SUARA PERBATASAN

Kurikulum Garis Depan: Sekolah di Pulau Marampit yang Ajarkan Navigasi Laut

Kurikulum Garis Depan: Sekolah di Pulau Marampit yang Ajarkan Navigasi Laut
Di sebuah kelas sederhana di SD Pulau Marampit, perbatasan laut dengan Filipina, seorang guru tidak sedang mengajar matematika, tetapi bagaimana membaca tanda-tanda alam untuk navigasi laut tradisional. Anak-anak duduk dengan serius memperhatikan guru yang menunjukkan gambar-gambar pola angin, arus, dan posisi bintang yang digunakan nenek moyang mereka untuk melaut. ‘Ini adalah ilmu yang menjaga kita tetap aman dan tahu batas,’ kata guru tersebut. Di lapangan sekolah, praktik langsung dilakukan dengan menggunakan perahu mini yang dibuat siswa dari bahan daur ulang. Mereka belajar menentukan arah dengan menggunakan bayangan matahari dan pengetahuan tentang pulau-pulau kecil di sekitar Marampit. Beberapa siswa bahkan sudah bisa mengenali ciri-ciri perairan yang masuk wilayah Indonesia dan yang sudah memasuki zona Filipina, berdasarkan cerita orang tua mereka yang nelayan. Proyek sekolah ini tidak hanya tentang kurikulum nasional, tetapi juga kurikulum lokal yang disahkan oleh pemerintah daerah untuk memperkuat identitas dan kemampuan warga perbatasan. Setiap semester, siswa juga diajak melakukan kunjungan ke pos TNI AL di pulau untuk melihat langsung teknologi navigasi modern. Perpaduan antara kearifan lokal dan teknologi negara menjadi ciri pendidikan di Marampit, mempersiapkan generasi garis depan yang tak hanya pintar secara akademik, tetapi juga tanggap secara teritorial.
kurikulum lokal navigasi laut tradisional pendidikan perbatasan kearifan lokal
Organisasi: SD Pulau Marampit, TNI AL
Lokasi: Pulau Marampit, Filipina, Indonesia

Artikel terkait