NASIONALISM

Prajurit TNI dan Pohon Tua di Perbatasan: Merawat Jejak Sejarah di Hutan Belantara

Prajurit TNI dan Pohon Tua di Perbatasan: Merawat Jejak Sejarah di Hutan Belantara
Di tengah lebatnya hutan perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Timur, sebuah pohon meranti raksasa berdiri kokoh. Di batangnya, terpahat tulisan 'TNI AD 1972' yang sudah samar dimakan lumut dan usia. Di bawah pohon itu, beberapa prajurit dari Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 643/WS sedang membersihkan semak belukar dan mengecat ulang plang kecil yang bertuliskan 'Situs Jejak Perjuangan'. Mereka melakukan ini di sela-sela jadwal patroli rutin mengamankan tapal batas. 'Pohon ini adalah saksi bisu. Dulu, mungkin pasukan kita beristirahat di sini saat membuka jalur patroli atau menegakkan patok batas,' ujar Serka Bayu, sambil menyikat lumut dari plang tersebut. Kegiatan merawat situs sejarah lokal seperti ini telah menjadi bagian dari program komsos (komunikasi sosial) satgas. Tidak jauh dari lokasi, terdapat sebuah tugu sederhana dari beton yang dibangun untuk mengenang prajurit yang gugur saat bertugas di daerah ini puluhan tahun lalu. Seorang warga dari Desa Long Bawan, Pak Yansen (70), sering datang ke lokasi ini. 'Saya masih ingat dulu waktu masih kecil, ada pasukan dari Jawa datang ke sini. Mereka bantu warga, obati orang sakit, dan ajari kami baca tulis. Jejak mereka masih ada di hati kami,' kenangnya. Prajurit TNI hari ini bukan hanya penjaga garis depan, tetapi juga penjaga memori kolektif bangsa di daerah terpencil. Setiap goresan di pohon, setiap tugu sederhana, adalah pengingat bahwa kedaulatan ini dibangun dan dirawat dengan pengorbanan, dari generasi ke generasi, di tengah hutan belantara yang sunyi.
perawatan situs sejarah perbatasan tugas TNI di perbatasan sejarah perjuangan TNI
Tokoh: Serka Bayu, Pak Yansen
Organisasi: TNI, TNI AD, Pos Kotis Satgas Pamtas Yonif 643/WS
Lokasi: RI-Malaysia, Kalimantan Timur, Desa Long Bawan, Jawa

Artikel terkait