INFRASTRUKTUR

Tinjau Perbatasan Kalbar, Menhan Janji Kawal Infrastruktur Jalan Desa dan Logistik di Entikong

Tinjau Perbatasan Kalbar, Menhan Janji Kawal Infrastruktur Jalan Desa dan Logistik di Entikong

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau perbatasan Entikong di Kabupaten Sanggau dan mendengar keluhan warga soal jalan desa yang rusak serta logistik yang terhambat. Wakil Bupati Sanggau memaparkan kondisi jalan tanah merah yang menjadi lumpur saat hujan, ikut menghambat Terminal Barang Internasional Entikong dengan nilai ekspor Rp81 miliar. Menhan berjanji meneruskan perjuangan infrastruktur ini ke kementerian terkait, karena kesejahteraan di garis depan adalah bagian dari kedaulatan.

Langit Kalimantan Barat masih menyisakan warna kelabu ketika Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melangkah memasuki Markas Komando Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 833/Bumi Daranante di Kabupaten Sanggau. Di sekelilingnya, hamparan hijau pepohonan perbatasan berdesir ditiup angin, seolah menjadi saksi bisu denyut kehidupan di ujung negeri. Di kejauhan, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong tampak sibuk dengan ribuan pelintas yang hilir-mudik membawa harapan dagang. Namun, kemegahan gerbang negara itu bertolak belakang dengan kondisi jalan desa di kecamatan sekitarnya—masih berlubang, belum beraspal sempurna, dan menjadi penghalang utama arus logistik serta kesejahteraan warga.

Potret Garis Depan: Jalan Desa yang Menjadi Kubangan Lumpur

Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, berdiri di hadapan Menhan dengan sorot mata penuh harap. Ia memaparkan persoalan riil yang selama ini menggerus ruang gerak warga di pedalaman Kecamatan Entikong. Jalan-jalan desa masih berupa tanah merah yang ketika hujan tiba berubah menjadi kubangan lumpur licin, mengisolasi warga dan memperlambat distribusi hasil bumi.

  • Jalan desa di sekitar Perbatasan Entikong belum beraspal sempurna dan banyak berlubang.
  • Saat hujan, tanah merah berubah menjadi lumpur yang mengisolasi warga dari pusat kecamatan dan kabupaten.
  • Kondisi ini menghambat distribusi hasil bumi dan kebutuhan pokok harian warga di garis depan.
  • Terminal Barang Internasional (TBI) Entikong yang menjadi jantung perdagangan lintas negara ikut terhambat operasionalnya.

Padahal, TBI Entikong menyimpan potensi ekspor yang tidak main-main. Hingga September 2026, nilai ekspor melalui terminal ini mencapai Rp81 miliar. Namun, infrastruktur pendukung yang belum optimal membuat arus barang dari Indonesia ke Malaysia tidak berjalan secepat yang diharapkan. Truk-truk pengangkut komoditas harus merogoh kocek lebih untuk biaya perawatan akibat jalan rusak, sementara waktu tempuh membengkak hingga berjam-jam.

Janji Menhan di Ujung Negeri: Infrastruktur adalah Kedaulatan

Sjafrie, dengan gaya khas seorang jenderal yang memahami medan, mengangguk sambil mencatat setiap detail laporan yang disampaikan. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi warga Sanggau kepada Menteri Perhubungan dan kementerian terkait. Bagi Sjafrie, garis depan perbatasan bukan hanya soal kedaulatan teritori yang dijaga oleh TNI, tetapi juga kesejahteraan yang diwujudkan melalui jalan aspal yang menghubungkan desa-desa dan terminal logistik yang efisien.

Kehadiran Menhan Sjafrie di Sanggau menjadi titik terang bagi warga yang selama ini merasa terpinggirkan. Infrastruktur yang memadai bukan sekadar fasilitas fisik—ia adalah simbol kehadiran negara di perbatasan. Ketika jalan mulus terbentang dan logistik bergerak lancar, maka denyut ekonomi akan hidup, anak-anak sekolah tidak lagi terjebak lumpur, dan petani dapat menjual hasil panen dengan harga layak.

Di ujung negeri yang sering dilupakan, semangat nasionalisme tidak pernah padam. Warga Entikong dan Sanggau tetap setia menjaga Indonesia dari barat Kalimantan. Kini, mereka menunggu bukti nyata dari janji yang diucapkan di hadapan barisan prajurit. Karena kedaulatan sejati tidak hanya diukur dari tegaknya bendera, tetapi dari tersambungnya jalan harapan menuju kesejahteraan.

perbatasan infrastruktur jalan desa logistik
Tokoh: Sjafrie Sjamsoeddin, Susana Herpena
Organisasi: TNI, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Terminal Barang Internasional (TBI) Entikong, Markas Komando Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 833/Bumi Daranante
Lokasi: Kalimantan Barat, Kabupaten Sanggau, Kecamatan Entikong, Entikong

Artikel terkait