NASIONALISM

37 Mantan Pejuang OPM Kembali ke Pangkuan NKRI: Damai di Teluk Bintuni

37 Mantan Pejuang OPM Kembali ke Pangkuan NKRI: Damai di Teluk Bintuni
Angin laut Teluk Bintuni berhembus pelan, membawa debu merah dari lapangan upacara di Pos Mayerga, Distrik Moskona Barat. Di tengah lapangan, berdiri tegak 37 sosok beserta keluarga mereka—istri-istri dengan bayi digendong, anak-anak yang memegang erat tangan ayahnya. Mereka adalah mantan anggota OPM yang hari ini, Rabu (25/6/2026), memutuskan untuk meletakkan senjata dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wajah-wajah mereka tampak tegang bercampur harap, memandang para petinggi TNI dan pemerintah daerah yang menyambut dengan tangan terbuka. Simon Orocomna dan Paulinus Muuk, dua nama yang dulunya menghiasi daftar pencarian, kini berdiri di barisan paling depan. Seragam loreng mereka sudah diganti dengan kaus dan celana biasa, simbol pelepasan identitas lama. Prosesi ini bukan hasil operasi tembak-menembak, melainkan buah dari dialog panjang selama enam bulan yang dilakukan oleh Satgas Pamtas Yonif 410/Alugoro. Pendekatan humanis, menjamin keselamatan keluarga, dan janji masa depan yang lebih baik ternyata lebih ampuh daripada peluru. Saat Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III membacakan pengukuhan, beberapa dari mereka menunduk, mungkin teringat perjalanan panjang di hutan, atau membayangkan kehidupan baru yang akan dijalani. Para istri memeluk anak-anak mereka lebih erat. Upacara sederhana di ujung Papua Barat ini adalah sebuah potret kemenangan diplomasi hati. Kemenangan yang tidak meninggalkan kuburan, tetapi membuka pintu maaf dan rekonsiliasi. Harapan baru kini terpancar dari mata anak-anak mereka, bahwa damai di tanah kelahiran benar-benar mungkin terwujud.

Artikel terkait