POTRET GARIS DEPAN

Destinasi Wisata Favorit di Perbatasan RI-Malaysia Dipenuhi Sampah Bekas Pelampung Rumput Laut

Destinasi Wisata Favorit di Perbatasan RI-Malaysia Dipenuhi Sampah Bekas Pelampung Rumput Laut
Pantai yang seharusnya menjadi kebanggaan di wilayah perbatasan Nunukan, kini menyajikan pemandangan yang memilukan. Hamparan pasir putih terkotori oleh sampah plastik dan ratusan pelampung styrofoam bekas budidaya rumput laut yang terdampar. Potongan-potongan putih itu berserakan seperti kepingan salju kotor, mengotori garis pantai yang membentang di depan pos penjagaan perbatasan. Pelampung-pelampung itu adalah bukti dari aktivitas ekonomi warga, namun juga menjadi simbol dari kurangnya pengelolaan limbah. Saat musim tertentu, sampah membanjiri pantai, mengancam ekosistem dan mengurangi daya tarik wisata yang sebenarnya bisa menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat perbatasan. Anak-anak yang bermain di pantai harus berhati-hati dengan serpihan styrofoam dan plastik yang tajam. Pemandangan ini adalah paradoks. Di satu sisi, wilayah perbatasan berjuang untuk meningkatkan perekonomian melalui budidaya laut. Di sisi lain, dampak dari kegiatan itu justru mengancam keindahan dan kesehatan lingkungan tempat mereka tinggal. Ini adalah tantangan riil di garis depan: membangun ekonomi tanpa merusak warisan alam yang menjadi identitas dan masa depan tanah perbatasan itu sendiri.

Artikel terkait