NASIONALISM

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Jangkau Lima Pulau Terluar di Kepri

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 Jangkau Lima Pulau Terluar di Kepri
KRI Beladau-643 dengan lambung abu-abunya yang gagah perlahan meninggalkan Pelabuhan Batu Ampar, Batam. Di dek kapal, terlihat peti-peti khusus berisi bingkisan uang rupiah layak edar senilai Rp 14 miliar. Kapal perang ini tidak sedang menuju medan tempur, melainkan misi kemanusiaan dan kedaulatan: mengantar rupiah ke pulau-pulau terluar Kepri seperti Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, dan Singkep. Di setiap pulau yang disinggahi, pemandangan serupa terulang. Warga dengan penuh antusias menyambut kedatangan tim ekspedisi dari BI dan TNI AL. Mereka mengantre di depan meja yang didirikan di dermaga sederhana, membawa uang lusuh dan rusak yang telah lama mereka simpan karena sulitnya akses penukaran. Petugas dengan sabar memeriksa dan menukarnya dengan lembaran rupiah baru yang masih beraroma khas percetakan. Bagi nenek di Pulau Midai yang matanya sudah rabun, menyentuh lembaran rupiah baru itu bukan sekadar transaksi ekonomi. Itu adalah pengalaman tentang pengakuan. Negara ingat pada mereka yang tinggal di pulau kecil di tengah laut Natuna yang bergejolak. Kehadiran KRI Beladau yang membelah omgan laut China Selatan adalah bukti fisik bahwa kedaulatan Indonesia tidak berhenti di garis pantai Jawa, tetapi hidup di setiap transaksi jual beli ikan di Tarempa dan di setiap dompet warga Singkep. Rupiah yang beredar di sini adalah darah yang mengalir di nadi ekonomi sekaligus penanda bahwa pulau-pulau terdepan ini adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 penukaran uang rupiah kedaulatan NKRI
Organisasi: BI, TNI AL
Lokasi: Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Tarempa, Midai, Subi Besar, Tambelan, Singkep, Kepri, Natuna, laut China Selatan, Jawa, Indonesia, NKRI

Artikel terkait