INFRASTRUKTUR

Estafet Batu Kali Jadi Simbol Perjuangan, Desa Krangean—Ponjen Segera Terhubung

Estafet Batu Kali Jadi Simbol Perjuangan, Desa Krangean—Ponjen Segera Terhubung
Barisan manusia berjejer sepanjang lereng bukit di Desa Krangean, Purbalingga. Dari tangan ke tangan, batu kali besar dan kecil berpindah layaknya estafet obor. Keringat mengucur deras di wajah mereka, tapi senyum dan semangat tak pernah pudar. Di antara barisan itu, terlihat seragam loreng TNI menyatu dengan pakaian sederhana warga. Mbah Januri, seorang lelaki sepuh, dengan tangan bergetar namun penuh keyakinan, tetap ikut mengoper batu. "Kalau untuk kemajuan desa, saya tetap ikut. Supaya jalan cepat jadi, nanti anak cucu juga yang merasakan," ucapnya dengan suara parau. Setiap batu yang dioper adalah simbol harapan akan akses jalan yang selama ini hanya impian. Prajurit TNI seperti Serda Setiyoso tak hanya mengawasi, tetapi terjun langsung, membaur tanpa sekat. Mereka bahu-membahu memecah batu besar, meratakan tanah, dan menyusun fondasi jalan. Pemandangan ini adalah kanvas nyata dari kemanunggalan TNI dan rakyat. Jalan penghubung dua desa ini perlahan terbentuk, bukan oleh mesin berat, tetapi oleh kekuatan kolektif dan tekad bulat warga di wilayah pedalaman.
pembangunan jalan desa gotong royong TNI dan warga
Tokoh: Mbah Januri, Serda Setiyoso
Organisasi: TNI
Lokasi: Desa Krangean, Purbalingga, Desa Ponjen

Artikel terkait