INFRASTRUKTUR

Jalan Poros Perbatasan di Sanggau, dari Lumpur dan Lubang Menuju Harapan Konektivitas

Jalan Poros Perbatasan di Sanggau, dari Lumpur dan Lubang Menuju Harapan Konektivitas
Truk tronton bermuatan kayu olahan terjebak di kubangan lumpur sedalam setengah meter. Ban berputar kencang, menyemburkan campuran tanah merah dan air hujan kemarin ke segala arah. Ini adalah pemandangan biasa di ruas Jalan Poros Sanggau-Bonti, yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dengan Entikong, PLBN terdekat ke Malaysia. Jalan tanah dan batu ini menjadi urat nadi ekonomi, namun kondisinya memprihatinkan, terutama di musim hujan. Warga yang menggunakan sepeda motor terpaksa turun dan mendorong kendaraannya melewati bagian yang terburuk. "Sudah bertahun-tahun seperti ini. Hasil kebun karet dan sawit kami susah keluar kalau hujan. Biaya angkut jadi mahal," keluh Markus, petani karet setempat. Di beberapa titik, jalan yang seharusnya dua lajur menyempit menjadi satu karena longsoran kecil dari tebing di sampingnya. Namun, di ujung horizon, terlihat sekelompok pekerja dan alat berat sedang melakukan perbaikan. Proyek peningkatan jalan ini menjadi harapan baru. Targetnya, jalan tanah bisa diaspal untuk memperlancar distribusi hasil bumi dan mobilitas warga. Pembangunan infrastruktur transportasi yang memadai di wilayah perbatasan seperti ini bukan hanya soal kenyamanan, melainkan strategi untuk mengikat wilayah terluar dengan pusat ekonomi, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan pada akhirnya, menegaskan kehadiran negara di setiap jengkal garis depan.
infrastruktur jalan perbaikan jalan konektivitas perbatasan ekonomi lokal
Tokoh: Markus
Lokasi: Sanggau, Bonti, Kalimantan Barat, Entikong, Malaysia

Artikel terkait