POTRET GARIS DEPAN
Jejak Bertahan di Pulau Nipa: Warga Jaga Mercusuar Meski Air Payau Melanda
11 Mei 2026
2 views
Dari kejauhan, Pulau Nipa terlihat seperti gundukan karang yang nyaris tak berpenghuni, dikelilingi laut Natuna yang biru kehijauan. Namun, di ujung pulau seluas 60 hektare itu, sebuah mercusuar setinggi 40 meter berdiri kokoh, dikelilingi oleh sekitar 20 kepala keluarga yang memilih bertahan. Pagi ini, air payau perlahan merembes masuk ke pekarangan rumah panggung mereka, membasahi kaki-kaki kayu yang mulai lapuk. Seorang warga bernama Rahman (45) terlihat sedang menguras air dari ember penampung hujan, sambil sesekali melirik garis pantai yang semakin mendekat. 'Dulu ada 50 meter dari rumah ke laut. Sekarang tinggal 15 meter,' ujarnya dengan suara lirih, diterpa angin laut yang kencang.
Di dermaga kayu sederhana, beberapa nelayan sedang membereskan jaring yang baru saja digunakan. Hasil tangkapan hari ini tak seberapa—hanya beberapa ekor ikan kecil dan cumi. Mereka bercerita, ombak besar seringkali menghalangi mereka melaut lebih jauh, sementara perahu bermotor milik mereka sudah uzur. Anak-anak usia sekolah harus menyeberang ke Pulau Setumu dengan perahu kayu setiap hari, menghadapi gelombang yang tak menentu, hanya untuk mengenyam pendidikan dasar. Seorang ibu muda, Sari, menunjukkan tumpukan buku pelajaran anaknya yang sudah lembab karena kelembapan udara laut. 'Kadang buku basah sebelum sempat dibaca,' katanya sambil menjemur buku di teras rumah yang sempit.
Mercusuar itu sendiri menjadi simbol sekaligus denyut nadi kehidupan di Nipa. Setiap malam, sorot lampunya yang kuat menerobos kabut laut, menjadi penanda kedaulatan di perbatasan. Beberapa pemuda dari warga secara sukarela membantu petugas mercusuar dalam perawatan rutin, memastikan cahaya itu tak pernah padam. Meski hidup di tengah keterbatasan air tawar, listrik yang hanya dari genset terbatas, dan ancaman abrasi yang nyata, semangat menjaga 'ujung tanduk' negeri ini tetap terpancar jelas di mata mereka. 'Selama mercusuar menyala, di sini masih Indonesia,' ucap Pak Darwis, sesepuh pulau, dengan tatapan mantap ke arah laut lepas.
kehidupan masyarakat di pulau terpencil
ancaman abrasi dan air payau
pentingnya mercusuar sebagai simbol kedaulatan
Entitas terkait
Tokoh: Rahman, Sari, Pak Darwis
Lokasi: Pulau Nipa, Natuna, Pulau Setumu
Artikel terkait