Longsor di Jalan Trans Papua, BBPJN Papua Gerak Cepat Tangani dan Buka Jalur Alternatif
26 April 2026
6 views
Badai hujan yang mengguyur pegunungan Papua akhirnya tak hanya membawa kesuburan, tetapi juga amukan tanah. Di segmen Yetti–Senggi–Mamberamo, jalan Trans Papua kini menjadi saksi bisu pertaruhan konektivitas wilayah. Badan jalan amblas sepanjang 80 meter, terdalam mencapai 12 meter, membentuk jurang yang memutus arus hidup perbatasan. Truk-truk logistik berhenti di tepi tanah yang runtuh, muatan bahan makanan untuk warga Papua Pegunungan terperangkap di antara tebing dan hutan. Lapangan kerja kini berubah menjadi arena pertempuran alat berat. Excavator dan bulldozer BBPJN Papua–Papua Pegunungan menggempur tanah longsor, mengurai lumpur dan batu yang menghalangi jalan. Pekerjaan tidak hanya tentang pembersihan, tetapi juga penurunan grade, penimbunan, serta pemasangan geotextile dan geobag untuk memperkuat kembali jalur kehidupan ini. Di sisi lain, tim telah membuka jalur alternatif melalui rute Yetti–Yabanfa–Warlef yang tembus ke Senggih. Jalur ini menjadi napas baru bagi distribusi, meski panjangnya sekitar 14 kilometer dan harus dilalui dengan hati-hati. Warga dan pengemudi kini belajar beradaptasi: mengikuti jalur baru, menghindari penumpukan di lokasi bencana, dan memastikan pasokan tetap mengalir ke daerah yang tergantung pada setiap kiriman dari kota.