POTRET GARIS DEPAN
Pasar Lintas Batas Skouw: Dinamika Dagang dan Silaturahmi di Perbatasan PNG
26 Mei 2026
4 views
Fajar belum sepenuhnya pecah ketika riuh rendah sudah memenuhi Pasar Lintas Batas Skouw di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua. Asap membubung dari warung-warung makanan sederhana, mencampur aroma kopi panggang dengan wangi ikan bakar. Di lapangan pasar, para pedagang—baik dari Indonesia maupun Papua Nugini (PNG)—mulai membentangkan terpal dan mengatur barang dagangan: sayuran dari kebun pegunungan Papua, alat-alat rumah tangga plastik dari Jawa, kain tradisional PNG, hingga buah-buahan tropis yang sulit dibedakan asalnya. Ini adalah pasar yang hidup dengan dua mata uang, dua bahasa, namun satu semangat transaksi. Pak Yohan (40), pedagang sayur dari Sentani, dengan cekatan menimbang kentang menggunakan timbangan dacin sambil menyapa pelanggan tetapnya dari desa di seberang perbatasan dengan sapaan "Moning" dalam bahasa Tok Pisin.
Pasar Skouw bukan hanya tentang ekonomi; ia adalah ruang sosial paling aktif di garis depan. Di sini, informasi tentang keluarga, kondisi jalan, hingga kabar dari pemerintah lokal bertukar bebas di sela-sela tawar-menawar. Petugas Bea Cukai dan Imigrasi yang berjaga di pos terdekat mengawasi dengan bijak, memahami bahwa pasar ini juga katup pengaman hubungan bilateral. "Kami tidak hanya memungut cukai," jelas seorang petugas. "Kami juga memastikan bahwa interaksi ini tetap lancar dan saling menghormati. Mereka tetangga, bukan musuh." Seorang ibu dari PNG dengan anak di punggungnya tertawa bersama pedagang Indonesia saat mencoba menawar harga kain. Anak-anak kecil bermain kejar-kejaran di antara kios, tidak peduli dengan garis di peta.
Saat siang menjelang, panas matahari mulai terasa. Aktivitas pasar mulai mereda. Para pedagang mulai menghitung hasil hari ini—campuran Rupiah dan Kina PNG. Sisa-sasa sayur dan buah yang tidak laku sering dibagikan kepada yang membutuhkan, sebuah tradisi lokal yang tetap hidup. Pasar ini akan tidur hingga besok pagi, ketika ritual yang sama terulang. Dalam dinamika harian ini, terlihat bahwa perbatasan di Papua bukanlah dinding, tetapi lebih seperti membran yang memungkinkan pertukaran kehidupan, selama kedaulatan dan hukum dihormati oleh semua. Ini adalah wajah perbatasan yang manusiawi, di mana negara hadir sebagai pengatur, namun masyarakat yang menjalani.
pasar lintas batas
perdagangan perbatasan
hubungan bilateral Indonesia-PNG
dinamika sosial ekonomi
Entitas terkait
Tokoh: Yohan
Organisasi: Bea Cukai dan Imigrasi
Lokasi: Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Papua Nugini (PNG), Sentani, Jawa
Artikel terkait