SUARA PERBATASAN

Ramsah Angkat Suara Soal Jalan Kampung Tebol, 'Warga Perbatasan Juga Anak Bangsa'

Ramsah Angkat Suara Soal Jalan Kampung Tebol, 'Warga Perbatasan Juga Anak Bangsa'

Anggota DPRD Nunukan Ramsah mengangkat aspirasi warga Kampung Tebol, Sebatik, tentang jalan rusak parah yang mengisolasi mereka dan memutus akses pelayanan dasar. Warga menyuarakan hak mereka sebagai anak bangsa untuk pemerataan pembangunan, dengan Ramsah berjanji memperjuangkan masalah ini di DPRD Nunukan. Kondisi ini menggambarkan realitas garis depan Indonesia, di mana infrastruktur dasar masih menjadi tantangan hidup sehari-hari.

Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah, berdiri di tengah jalan tanah berbatu yang membelah Kampung Tebol dari dunia luar di Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah. Kaki-kaki warga melintas dengan hati-hati, menahan beban hidup di atas permukaan yang tak stabil. Sepeda motor yang melintas seperti berjalan di medan tempur, oleng menghindari bebatuan besar yang menganga seperti rahang bumi. Suara Ramsah, berat namun tegas, membelah udara garis depan: ‘Kami melihat langsung bagaimana masyarakat berjuang dengan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan.’ Di hadapannya, para warga dengan pakaian sederhana mengelilinginya—mata mereka adalah potret nyata harap dan letih dari sebuah pulau terisolasi di daratan Sebatik.

Laporan Lapangan: Tebol, Kampung yang Dibelah oleh Jalan Rusak

Kampung Tebol bukan hanya sebuah nama di peta, tetapi saksi hidup dari keterbatasan infrastruktur di wilayah perbatasan. Jalan rusak parah di sini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga memutus akses terhadap pelayanan dasar—dari kesehatan hingga pendidikan. Warga dengan suara bergetar menyampaikan pesan sederhana yang menyayat hati: ‘Perhatikan kami, karena kami juga warga Kabupaten Nunukan yang berhak merasakan pemerataan pembangunan.’ Kalimat itu bukan sekadar aspirasi warga; itu adalah jeritan dari anak bangsa yang hidup di ujung negeri, di garis depan Indonesia.

  • Kondisi jalan berbatu dan tanah yang menggerus setiap langkah warga.
  • Mobilitas terhambat, sepeda motor menjadi alat transportasi yang harus bertarung dengan medan.
  • Akses pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan terputus akibat infrastruktur yang memprihatinkan.
  • Suara warga Tebol yang bergetar, mengingatkan bahwa di balik retorika pembangunan, masih ada realitas garis depan yang membutuhkan perhatian nyata.

Potret Garis Depan: Aspirasi Warga Tebol dan Janji dari DPRD Nunukan

Ramsah menegaskan kunjungannya bukan sekadar seremonial. ‘Infrastruktur jalan memang sangat membutuhkan perhatian. Semua aspirasi ini kami catat dan akan kami perjuangkan bersama di DPRD Nunukan,’ janjinya. Ia membawa pulang suara jeritan warga Tebol—suara yang meminta pemerintah hadir bukan hanya dengan janji, tapi dengan tindakan nyata untuk membangun jalan yang layak, akses yang mudah, dan pengakuan bahwa mereka juga adalah anak bangsa yang berhak atas pembangunan. Di Kampung Tebol, setiap batu di jalan adalah simbol dari tantangan hidup, setiap langkah warga adalah potret dari perjuangan sehari-hari di garis depan.

Kondisi di Kampung Tebol, Sebatik, adalah potret nyata dari kehidupan di wilayah perbatasan Indonesia. Aspirasi warga yang disampaikan kepada Ramsah dari DPRD Nunukan adalah suara yang harus didengar oleh seluruh bangsa—suara yang mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di pusat, tetapi harus menjalar hingga ke ujung teritorial. Jalan rusak di Tebol bukan hanya masalah infrastruktur, tetapi juga masalah pengakuan bahwa setiap warga perbatasan adalah bagian dari Indonesia yang berhak atas kemajuan dan keadilan.

Di garis depan seperti Kampung Tebol, nasionalisme bukan hanya kata-kata, tetapi terwujud dalam setiap harapan warga untuk jalan yang layak, dalam setiap langkah mereka yang tak pernah menyerah. Ramsah dan DPRD Nunukan kini membawa suara itu—suara dari Sebatik yang meminta perhatian, yang meminta tindakan nyata. Warga perbatasan juga anak bangsa; mereka adalah bagian dari Indonesia yang hidup di ujung negeri, dengan semangat yang tak pernah padam, menantikan pembangunan yang merata dan pengakuan bahwa garis depan adalah jantung dari keberlangsungan negara.

kondisi infrastruktur jalan di perbatasan pemerataan pembangunan aspirasi masyarakat akses pelayanan dasar
Tokoh: Ramsah
Organisasi: DPRD Kabupaten Nunukan
Lokasi: Kampung Tebol, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan

Artikel terkait