INFRASTRUKTUR

Sekda Sintang Dorong Percepatan Infrastruktur Kawasan Perbatasan

Sekda Sintang Dorong Percepatan Infrastruktur Kawasan Perbatasan

Sekretaris Daerah Sintang Kartiyus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan paralel dan listrik di perbatasan, menekankan data lapangan yang hidup dari kepala desa dengan telapak tangan kasar. Kontras harian dengan infrastruktur maju di seberang batas menjadi motivasi utama untuk mengakhiri isolasi dan meningkatkan martabat warga di garis depan.

Ruangan di Aula Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang terasa berlapis. Udara lembab dari Kalimantan Barat membeku oleh intensitas pandangan Sekretaris Daerah Kartiyus. Matanya tak berkedip menyisir wajah camat dan kepala desa dari Ketungau Tengah dan Hulu yang hadir. Dinding itu seolah tembus pandang, membentangkan panorama di baliknya: hamparan jalan tanah, rumah yang rapuh, dan di kejauhan seberang, siluet infrastruktur negeri tetangga yang jauh lebih terang. Di jantung koordinasi ini, denyut nadi 14 desa di ujung negeri sedang diukur, dengan beban tuntutan percepatan pembangunan yang membara.

Jalan Tanah dan Cahaya Seberang: Kontras Harian di Tapal Batas Sintang

Gaya foto jurnalisme menangkap gestur yang bicara lebih keras. Saat Kartiyus mengangkat tangan, jarinya menembus arah jendela, ke barat. "Di sana, di seberang, pembangunan jalan sudah sangat maju," ujarnya, diikuti hening yang tegang. Itu adalah potret komparatif yang tajam. Percepatan pembangunan jalan paralel perbatasan di wilayah Sintang bukan lagi sekadar program, melainkan perlombaan mengejar martabat. Gulungan aspal yang mulai mengusir debu dan kabel listrik PLN yang mulai merangkak di sisi Indonesia terasa seperti setitik cahaya di ujung terowongan gelap yang panjang. Di sisi lain, pemandangan jalan beraspal mulus dan jaringan listrik stabil dari wilayah Malaysia, hanya dipisahkan tapal batas, adalah pengingat harian bagi warga.

  • Kondisi Riil: Jalan tanah masih dominan, akses listrik belum stabil di banyak dusun.
  • Harapan Warga: Aspal mulai menggelar, listrik perlahan menerangi kampung-kampung yang lama tertidur dalam gelap.
  • Target Nyata: Mengakhiri isolasi geografis dengan membuka konektivitas yang menghidupkan denyut ekonomi baru di garis terdepan.

Suara Lapangan dan Telapak Tangan yang Kasar: Data Hidup dari Garis Depan

Kulit para kepala desa terbakar matahari dan telapak tangan yang kasar adalah bukti sahih kehadiran mereka dari garis depan. Di hadapan mereka, Kartiyus menekankan pentingnya ketepatan data. "Ini soal peta nyata kebutuhan warga," tegasnya. Data yang dimaksud bukan angka mati di berkas, melainkan catatan hidup tentang:

  • Rumah-rumah tak layak huni yang bocor ketika hujan.
  • Lahan sawah yang mengering karena sulitnya akses air.
  • Suara warga yang setiap malam melihat cahaya neon terang benderang dari seberang bukit.

Rapat ini adalah ruang di mana keluhan itu diharapkan bisa disalurkan menjadi program percepatan infrastruktur yang tepat sasaran. Pemerintah Daerah Sintang memposisikan diri sebagai jembatan vital, fokus pada mendorong dan memastikan infrastruktur dasar, terutama jalan paralel dan jaringan listrik, benar-benar tembus sampai ke dusun terjauh melalui sinergi dengan pusat dan provinsi.

Di sini, di ujung negeri, setiap meter jalan paralel yang terbuka dan setiap kabel listrik yang terpasang bukan hanya tentang aspal dan listrik. Ini tentang mengembalikan martabat, tentang menjawab tatapan haru warga yang melihat cahaya dari seberang. Ini tentang membangun fondasi yang kuat agar warga perbatasan, penjaga terdepan kedaulatan bangsa, bisa berdiri tegak dengan kondisi hidup yang lebih baik, dengan semangat nasionalisme yang tak tergoyahkan oleh kontras di depan mata. Pembangunan di Sintang adalah komitmen untuk memastikan bahwa garis depan kita bukan hanya garis di peta, tetapi rumah bagi kehidupan yang bermartabat.

percepatan infrastruktur kawasan perbatasan pembangunan jalan listrik sinergi pemerintah data pembangunan isolasi wilayah konektivitas ekonomi perbatasan
Tokoh: Kartiyus
Organisasi: Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kabupaten Sintang, PLN
Lokasi: Sintang, Ketungau Tengah, Ketungau Hulu, Indonesia, Malaysia, RI-Malaysia

Artikel terkait