Situasi di Yahukimo seperti bara yang tersembunyi di bawah kabut pegunungan Papua. Di tengah kabar tewasnya delapan penambang emas yang diduga dibantai OPM, sebuah operasi penegakan hukum lain berjalan. Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap seorang pentolan KKB Kodap XVI Yahukimo berinisial YB di Ruang Tunggu Bandara Nop Goliat Dekai pada Senin, 18 Mei. Operasi kemudian berkembang ke penggeledahan di sebuah rumah di kawasan Kali Merah, Kota Dekai. Dari rumah itu, muncul barang bukti yang menggambarkan potensi ancaman: amunisi berbagai kaliber (5,56 mm, 9 mm, .38), selongsong peluru, pisau sangkur, parang, kapak, bahkan ketapel besi dan senapan angin bermotif loreng. Gambaran yang muncul adalah sebuah rumah sederhana di pedalaman yang menyimpan alat-alat yang bisa mengubah ketenangan menjadi kekacauan. Polisi juga mengamankan RK alias KK (27 tahun), yang diduga anggota KNPB wilayah Yahukimo. Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan amunisi itu diduga titipan kelompok HSSBI untuk mendukung aksi gangguan keamanan. YB diduga terlibat dalam aksi kekerasan, termasuk pembuatan video pernyataan sikap setelah penembakan kendaraan sipil di depan gereja pada April 2026. Penangkapan ini adalah sebuah potret lain dari garis depan keamanan di Papua, bukan di hutan, tetapi di ruang publik seperti bandara.